Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2018

Indomie, Agama & Politik



Sepertinya hampir semua orang setuju bahwa Indomie adalah makanan rakyat. Terutama manusia-manusia yang pernah menjalani fase hidup nge kos atau ngontrak, Indomie adalah sahabat sejati yang tetap ada di masa sulit. Dalam tulisan come back saya setelah lama vakum menulis ini, saya ingin sedikit mengeluarkan isi pikiran tentang Indomie, Agama dan Politik, 
Jadi begini, menurut sumber yang dapat dipercaya, (Saya dapat dari Twitter tapi lupa akun apa yang memposting maaf ya hehe) penikmat Indomie itu terbagi ke dalam 4 golongan alias sekte. Yang pertama adalah Golongan Konservatif. Penganut golongan ini mempercayai bahwa cara menikmati Indomie terbaik adalah dengan cara memasaknya lalu tanpa menambahi tambahan apapun. Golongan kedua adalah golongan penikmat Indomie Progresif. Penganutnya mempercayai bahwa cara terbaik menikmati Indomie adalah dengan cara menambahkan  ke dalamnya macam-macam sayuran seperti sawi, kol atau tomat. Menambahkan telur rebus atau rawit ke dalamnya pun adalah cara paling enak untuk menikmati Indomie.
.

Sabtu, 21 November 2015

20 Lagu Coldplay Paling Enak

gambar dari Santabanta.com (y)

            Hai hai .... saat aku mengetik tulisan ini, jam menunjukkan pukul 0:17 wib. Berhubung aku belum bisa memejamkan mata untuk tidur, ya udah, aku putuskan untuk buka laptop dan bikin tulisan ini deh. Postingan kali ini merupakan daftar lagu-lagu Coldplay yang paling enak. Tentu, list dibawah ini adalah versiku sendiri. Sebenarnya aku dengerin semua lagu-lagunya Coldplay, tapi berhubung terlalu banyak kalo ditulis, maka saya batasi 20 lagu saja. Apa??? Kamu nggak ngerti Band Coldplay??? Hadeeh, rugi deh. Mending sekarang kalian search siapa dan bagaimana Coldplay. Cari di Google banyak.
            Nah, sebagai preferensi dan referensi kamu untuk mendownloadgratisan membeli lagu-lagu Coldplay di i-Tunes, berikut adalah 20 lagu Coldplay paling enak versi M Teguh Pradhana. Cekitot;     

Selasa, 17 November 2015

Tipe-tipe Juventini Indonesia

Berikut ini aku tuliskan tipe-tipe Juventini Indonesia musim 2015/2016. Tulisan ini adalah hasil pengamatan secara langsung yang saya ambil dari status-status para Juventini. Tentu saja ini adalah tipe Juventini yang berkeliaran di media sosial. Check it out.

Pemain Juventus Merayakan Gol Lichsteiner

Rabu, 04 November 2015

Tipe-tipe Anak Kecil Ketika Shalat

Anak-anak mengaji setelah shalat

Aku sering memperhatikan beberapa anak kecil yang shalat di masjid ini. Tingkah mereka yang polos memang terkadang lucu, gemesin dan seringnya ngeselin sih. Gimana nggak ngeselin kalo pas kita sedang shalat (yang susah banget buat Khusyu’) mereka malah begini, nih. Check it out !

Sabtu, 31 Oktober 2015

I HATE THESE ANIMALS

Perlu kalian tahu, animals itu bahasa Inggris. Kalo dibahasa-Indonesiakan artinya hewan-hewan. Kenapa hewan-hewan bukan hewan saja? Karena di akhir kata ada ketambahan huruf “S”, nah tanpa huruf S itu jadinya animal artinya.... hewan. *Fakta penting nggak penting*
            Menurut kamus yang ada di hape android saya, hewan adalah makhluk bernyawa yang mampu bergerak (berpindah tempat) dan mampu bereaksi terhadap rangsangan, tetapi tidak berakal budi. Harap diperhatikan, “tidak berakal budi.” Jadi bisa saja berakal Anto, berakal Joni, intinya bukan Budi. Bukan ! kasihan Budi, dia sudah cukup berat menahan beban ini budi ini bapak budi ini ibu budi.   

Senin, 16 Februari 2015

Alasan Mereka Meninggalkanku?

Adakah seseorang di dunia ini yang merasa sama seperti Aku? Atau pernahkah kalian melihat seorang yang seperti aku? Lho, emang aku seperti apa? Aku adalah All-alone Creation, guys. Aku adalah sesosok makhluk, manusia dan...... hidup yang apa-apa selalu sendiri. Pergi nonton sendirian, jalan-jalan sendirian, mengerjakan PR sendiri, duduk di kafe sendirian, nonton stand up comedy sendirian, ngerjain skripsi sendirian, foto-foto selfie sendirian, nonton bokep sendirian ... oke, aku sudah melenceng. Deskripsi di bawah ini adalah penggambaran yang 97% akurat tentang aku sendiri. Tentu saja tidak aku simpulkan secara seenak sendiri tapi ada beberapa yang diambil dari pendapat sebagian orang yang mengaku mengenalku.

Gambar cowok sendirian. *dok pribadi

Selasa, 10 Februari 2015

Aku, Relativitas & Interstellar (part 1)

Kembali lagi berjumpa dengan tulisanku yang tidak ada manfaatnya buat siapapun yang membacanya. Berbeda dengan tulisan-tulisan blogger terkenal yang katanya persiapan menulis harusnya lebih lama ketimbang saat penulisan, Aku menulis hanya sebagai pelampiasan atas waktuku yang tak jarang terbuang. Apalagi setiap postingan dari awal sampai akhir paragraf terbuat hanya dalam waktu beberapa menit saja. Jadi tulisan-tulisanku hanya bualan yang nggak bermutu sih sebenarnya.

gambar anak soleh
.

Aku, Relativitas & Interstellar (part 2)

Sebenarnya masih banyak sih pikiran-pikiran nakalku yang sering bikin aku tiba-tiba diam lamaaa banget. Tapi, cukup lah aku beritahu dua hal itu, saya kira kalian bisa menebak seperti apa aku hanya dengan membaca dua pertanyaanku itu. Oke cukup sampai situ saja karena maksud tulisan ini sebenarnya tidak ke arah situ.

Jadi di film Interstellar, ceritanya si tokoh utamanya masuk ke lubang hitam secara sengaja. Di film itu digambarkan bagaimana dia tetap bisa hidup di dalam lubang hitam dengan tarikan-tarikan gravitasi yang begitu besar. Lalu tibalah adegan dia masuk di inti lubang hitam yang ternyata adalah Ruang 5 Dimensi. Itu adalah ruang dimana semua “role film” kehidupan kita dari awal sampai akhir berada. Di film itu si tokoh utama yang berada di ruang 5 dimensi mencoba untuk memberitahu dirinya sendiri yang berada di dunia nyata untuk tidak melakukan sebuah kesalahan (nah untuk jelasnya, tonton lah film itu susah jelasinnya). Bicara tentang Role film kehidupan, bagi kalian yang beragama Islam dan PERNAH NGAJI, pasti deh tahu yang namanya, “hisaban yasiiron” bagi orang-orang yang gemar beramal shaleh, dimana hari perhitungan dosa-dosa hanya ditampilkan selayaknya layar film saja. Tidak dihitung dengan rinci dan mendetail. Dua kyai saya dalam berdoa pun mengharapkan itu, yang satu (rohimahullah) doanya, “haasibni hisaban yasiiro”, dan satunya berdoanya, “laa tuhaasibni...” *pengen tahu artinya? KOMEN !”.

Senin, 09 Februari 2015

Raditya Dika dan Hal yang Itu-Itu Saja

bosan ,,, merenung

Sebuah hal yang itu-itu saja terkadang justru tidak membuat orang bosan, tapi malah semakin menantikan hal itu untuk terjadi lagi dengan kemasan yang berbeda. Mau contoh? Contohnya ada dalam diri kalian sendiri. Kalian pasti sering komplain ke entah itu pacar atau teman lewat kata-kata,”Kamu nggak kayak dulu lagi !” itu menurutku memiliki arti bahwa kalian mengharapkan sesuatu terjadi secara berulang-ulang lagi haha. Contoh lain adalah buku-buku karya Raditya Dika. Buku pertama sampai bukunya yang ketujuh sebenarnya membahas itu-itu saja. Bahkan ada banyak isi buku yang dia jadikan materi stand up. Hal seperti itu membuat orang yang membaca bukunya (termasuk Aku) berpikir, “lah ini aku sudah tahu.” Atau “yah, yang ini mah sudah pernah.” Atau cara bahasa Jawa nya, “WES TAUUUU”

Tapi apa kita lantas meninggalkan? Apa kalian lalu jadi tidak mengharapkan lagi karya-karya Raditya Dika? Engga kan? Kalian justru semakin membanjiri apa saja yang berbau Raditya Dika. Buku (yang lagi-lagi tentang mantan), film bioskop, apa saja lah kalian pasti nunggu-nungguin. Termasuk Aku. Aku bahkan sangat berharap video-video diare komediannya Raditya Dika (yang itu adalah hal baru) kembali diganti jadi Malam Minggu Miko sesi 3 (yang mana itu adalah hal lama) dan aku yakin sekali kalian engga menyadari kalo tadi aku nulis video diare instead of Video Diary ,,,, iyaaa kaan?


Itulah jeniusnya Radit, dia bisa merubah hal yang seharusnya membosankan menjadi sebuah ciri khas. Ya, ciri khas kalau dia membosankan ... hahahaha bercanda. Hal seperti itu, sangat jarang sekali mampu dilakukan oleh banyak orang. Kita seringnya akan langsung meninggalkan hal yang tampak mulai membosankan termasuk pacar kita, iya kan? Mungkin itu karena kebosanan itu bukanlah suatu ciri khas. Entahlah maksud dari tulisanku ini apa karena sebenarnya aku nulis ini Cuma buat ngisi waktu senggang sembari nunggu download filmnya selesai. Yap, berhubung sekarang udah selesai, udah dulu ya .... Mataa.... :D 

Raditya Dika Dan Pola Pikir

Sering, Aku berkeinginan menjadi seorang blogger yang serius. Yaa, nggak usah tinggi-tinggi lah, contohnya kayak Mbak Noorma sama Mas Adhim aja wis :D. Tapi jujur Aku adalah seorang anak manusia yang sangat unpredictable. Terkadang malas, terkadang malas sekali *Rotfl*. Kadang dalam satu hari aku memiliki banyak ide yang sesungguhnya ingin aku tuangkan dalam bentuk tulisan. Bahkan seringkali sampai bingung sendiri akibat terlalu banyak ide. Tetapi, di satu masa aku justru bingung harus berbuat apa karena tidak ada ide. Semua teori teman-teman yang sok paham, mentah. Salah semua, karena jangankan mereka aku sendiripun nggak atau belum bisa begitu memahami diriku sepenuhnya. Makanya, ketika ada seseorang yang bilang, “I know you so well” itu sudah pasti hanya sebuah omong kosong belaka hahahahaha.

Rabu, 04 Februari 2015

Lagu Rock Jepang Paling Enak

             Jadi ceritanya, aku suka nonton film-film Jepang. Apapun film Jepang aku tonton, dari film samurai (47 Ronin, Rurouni Kenshin 1,2,3), anime-anime (Naruto, One Piece, Conan, Death Note dkk) sampai film JAV[1] (Sora Aori, Saori Hara sampai Rina Ichinose dkk[2]) aku tonton semua. Setiap aku nonton film-film Jepang aku juga cari tahu soundtrack yang ada di film tersebut. Makanya aku jadi tahu band-band dari Jepang kaya One Ok Rock, L’arc n Ciel dan ,,, sudah sih itu doang.

Harta & Wanita

“Kamu engga usah mikirin wanita dulu. Pikirkan saja lulus, terus cari kerja yang benar setelah kamu mapan wanita akan datang dengan sendirinya ke kamu.”
Heran dan sedikit nggak percaya ketika kalimat itu berulang-ulang saya dengar. Bukan, bukan dari mulut laki-laki, tapi berpuluh-puluh kali saya mendengarnya dari mulut wanita. Do you get what I mean?.

Senin, 02 Februari 2015

IKLAN SEKSI INDONESIA (18+)

Akhir-akhir ini atau mungkin sudah lama, dunia periklanan di Indonesia itu selalu divisualkan dengan tubuh wanita. Apa saja iklannya, makanan, otomotif, elektronik semua disajikan dengan "bantuan" kemolekan tubuh wanita. Kalian kalau pernah nonton tv pasti deh bakal mengiyakan pandangan saya yang satu ini haha. 
menurut saya, ada beberapa faktor yang menjadikan para produser iklan ramai-ramai menggunakan tubuh wanita sebagai medium iklan mereka.

Selasa, 13 Januari 2015

Mengkritisi Televisi Kita (Bagian 1: Kategori Sinetron)


Kali ini aku bakal menuliskan sebuah kegelisahan yang sudah lama aku pendam. Sebuah kegelisahan yang membuatku sungguh sangat gelisah (apa sih). Lalu apa sih wa, suatu hal yang membuatmu gelisah? Hal itu adalah hilangnya kualitas top di acara-acara tv kita. Oke tanpa ba-bi-bu lagi, langsung saja aku paparkan per kategori dan untuk menghemat halaman, aku bagi menjadi beberapa part postingan. Selamat mengkritisi.
A.    KATEGORI SINETRON
Apa hal positif yang bisa kita ambil dari sinetron-sinetron di Indonesia? Apa? Apa? Apa lo liat-liat? Anak mana lo? Oke kayaknya aku mulai ngawur. Back to the topic. Jawabanku adalah tidak ada hal positif yang bisa kita ambil dari dunia persinetronan tanah air. Menyedihkan, sucks and terrible. Ngga perlu jauh-jauh bilang, “nggak mendidik”, karena sekedar menghiburpun tidak. Oke mari kita bedah satu per satu:.

Senin, 06 Oktober 2014

Anak Sekolah Jaman Sekarang

Hari ini adalah hari dimulainya Ujian Tengah Semester (UTS) di Sekolah saya. Dan kebetulan, saya menjadi salah satu dari pengawas Ujian. Seperti biasa, mencontek masih menjadi primadona bagi anak-anak ketika sedang mengerjakan soal-soal ujian tersebut. Tidak peduli seberapa ketat saya mengawasi, tetap saja ada satu celah yang bisa mereka manfaatkan untuk mencontek.

Dilarang meniru adegan ini !

Selasa, 19 Agustus 2014

Talk About: Generasi Emas U-19

Selamat !
Tidak seperti biasanya, pada ulang tahun kemerdekaan Indonesia tahun ini negara Kamboja memberikan hadiah kepada kita berupa, kekalahan. Ya ! timnas Indonesia U-19 yang digadang-gadang bakal masuk ke piala dunia U-20 harus secara memalukan ditaklukkan oleh Kamboja. Iyaa KAMBOJA !!! skor nya 2-1. Ini sekaligus menjadi kekalahan ketiga beruntun yang dialami oleh timnas kebanggaan warga Indonesia ini. Alias, dari 4 laga yang telah dijalani, belum sekalipun Evan Dimas dkk mengecap manisnya kemenangan di turnamen Hasanal Bolkiah setelah di laga awal mereka ditahan imbang 0-0 oleh Malaysia. Adapun dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan 3-1 oleh Vietnam dan Brunei Darussalam. Brunei? IYA BRUNEI

Kamis, 21 November 2013

Script SHIT

Familiar dengan kata yang aku jadikan judul tulisan ini? Hemmmm, pasti berpikir, “kayaknya pernah denger dimanaa gitu.” Kalau belum ngeh juga, oke lah aku kasih tahu. Script itu bahasa Inggris, kalau dalam bahasa kita artinya naskah atau tulisan. Shit juga bahasa Inggris lhoo,kalian pasti sering deh bilang SHIT!! Kalau lagi kena apes, padahal kalian nggak ngerti kan kalau shit itu bahasa Inggris, baru tahu pas baca tulisan ini. Makanya ucapin terima kasih donk ke aku hehehe. Oke, shit itu artinya sialan. Jadi, script shit artinya adalah SKRIPSI. *hening*
*****
             Aku adalah mahasiswa semester 7 dari suatu institut negeri yang (katanya sih) tahun depan bakal jadi Universitas negeri. Artinya, kalau sudah semester 7 itu adalah waktunya bagi mahasiswa untuk menikah, eh, meeeeeenyusun skripsi. Tapi, ah enggak banget deh. Sripsi itu apa gitu. Nggak ada penting-pentingnya. Apa coba pentingnya?
*****
            Satu, skripsi yang sudah jadi tidak jadi bahan bacaan APALAGI ACUAN. Skripsi hanya dibaca oleh anak-anak semester 7 keatas yang lagi mau mencari judul saja atau mau mencontek metode atau mau dijadika previous research. Biasanya ada juga mahasiswa semester 5 yang ikut-ikutan usel-uselan baca skripsi, eh ternyata cuma buat tugas mata kuliah Metodologi Penelitian.
*****
            Dua, kalau aku perhatikan pas ujian, dosen penguji nggak benar-benar membacanya secara utuh. Mereka “terjebak” dalam pemikiran mereka yang beranggapan bahwa “SAYA SUDAH LEBIH DARI PINTAR, DENGAN HANYA MEMBACANYA SATU KALIMAT SAJA MAKA SAYA SUDAH MENGERTI KESELURUHNNYA”. Dan untuk mensupport gagasan pribadinya itu, mereka selalu nggak mau mengalah. Mereka sudah dibekali ilmu kanuragan dari nenek moyangnya (dosen pengujinya dosen penguji waktu masih kuliah) berupa ilmu MUTER-MUTERIN gagasan.
*****
            Tiga, sudahlah. Skripsi itu hanya sekumpulan tulisan sialan yang nggak ada gunanya. Mending kelulusan mahasiswa jangan lagi menulis skripsi. Saya setuju kalau menulis jurnal gitu yang lebih manfaat. Atau mengadakan penelitian yang benar-benar penelitian. Atau mending diadakan UAU (Ujian Akhir Universitas) daripada skripsi. Oke? Sekian.
gmbr diambil dari sini

Senin, 06 Agustus 2012

Label Kehidupan Manusia


            Hidup sebagai manusia itu, tidak bisa lepas dari yang namanya pelabelan atau pengkotak-kotakkan. Selalu ada sebutan khusus untuk masing-masing golongan. Layaknya blogger yang mencantumkan label yang berbeda untuk masing-masing tulisan, kehidupan manusia pun lekat dan erat sekali dengan pelabelan. Label yang membuat manusia terkotak-kotak dan terpisah.


            Label paling kentara dan paling jelas tentu kuat kaitannya dengan status sosial. Dimana jarang sekali manusia kaya berbaur dengan manusia berlabel miskin, dimana jarang sekali manusia berlabel terhormat berbaur dengan manusia berlabel biasa atau bahkan gembel. Jelek-ganteng-cantik, berpendidikan-bodoh, kelas atas-menengah-bawah-bawah sekali, murah-sedang-mahal dsb. Hal ini terlihat sekali di Negara kita Indonesia.
Pelabelan ini seringkali menyusahkan orang untuk menjalin sebuah hubungan, entah itu hubungan persahabatan, cinta atau sekedar pertemanan. Golongan kaya suka emoh untuk bergaul dengan golongan miskin, cantik emoh dengan jelek dsb dsb. Maka dari itu, aku pribadi suka sekali ketika melihat ada dua anak SMA, satunya tinggi-cakep, bercanda dengan temannya yg kecil item juweleQ (pake huruf Q) di KFC. Rasanya menyenangkan sekali walaupun aku tidak ikut nimbrung kesitu.  
            Ada juga per golongan suka mengelompok sendiri-sendiri. Termasuk geng motor misalnya, ada geng motor yang khusus hanya untuk Honda atau Yamaha atau Yamahmud. Kenapa nggak sekalian aja apapun makannya, minumnya teh botol sosro… ehh, maksudnya apapun itu merk motor-nya, tetap satu geng, bernama Geng Siluman Tengkorak. (masih belum nyambung ya? Hehehe) sepeda juga gitu lho, ada perkumpulan sepeda onthel (persepon), tetangganya, perkumpulan sepeda pixie (perdapix), tetangganya lagi perkumpulan sepeda rongsok (perserong), lainnya, perkumpulan rongsok sepeda (persoksep). Kenapa nggak apapun merk sepedanya, tetep berkumpul menjadi satu perkumpulan. Yah, beginilah kehidupan sosial kita manusia Indonesia.


            Sayangnya, walaupun mempunyai label yang sama, tapi, tetap saja itu tidak menjamin kerukunan dan keamanan nasional. Masih sering terlihat antar orang-kaya yang saling menjatuhkan, antar orang miskin saling berperang meributkan masalah sepele, atau sesama supporter yang bernaung dalam nama yang sama tetapi gelut-geluttan sendiri. #heran. Di jalan raya juga begitu, masih sering terlihat kasus kecelakaan sesama merk. Misalnya, Honda tabrakan dengan Honda, Yamaha tabrakan dengan Yamaha. Kenapa bisa nggak akur gitu. Harusnya, kalau Honda nggak bisa tabrakan dengan Honda lainnya.
Kalau menggunakan label mahal-murah, keakuran ditunjukkan dengan, sesama motor mahal nggak bakalan tabrakan, jadi kasus kecelakaannya Cuma motor mahal tabrakan dengan motor murah. Nah, kalau sudah begitu, pelabelan atau pengkotak-kotakan yang berlaku menjadi maksimal alias tidak setengah-setengah. Filosofinya, pakaian kotak-kotak yang kita pakai adalah pakaian lengan panjang, bukan pakaian yang sepertiga belum jadi. J

Kamis, 05 Juli 2012

Selingkuh Selamanya Tak Indah



            Pernah dengar lagunya Merpati Band yang berjudul Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah (TSSII) ? nah, kali ini saya ingin sedikit membahas pernak-pernik tentang perselingkuhan based on my view. Saya bertanya-tanya tentang judul lagu itu, kalau ada kata tak selamanya indah, berarti ada indahnya, donk? menurut saya, selingkuh itu nggak ada indah-indahnya. Percaya deh,,,,,!!! Untuk mempermudah pembahasan disini saya memakai kata “kita”. Walaupun tulisan ini hanyalah bersifat imajinatif. Berdasarkan lagu milik Band Merpati itu, di tulisan ini saya ingin menceritakan tentang hubungan 3 orang yang seseorang nomer dua sudah tahu bahwa dia hanyalah selingkuhan saja.
            Coba bayangin, ketika sedang berdua-duaan, tiba-tiba Hp selingkuhan kita bunyi gak tahu itu sms atau telfon, kita nggak bisa berbuat apa-apa. Hati jelas nggak suka, tapi mau ngelarang juga apa hak kita? Dia  murni bukanlah pacar kita, kita hanyalah selingkuhan saja. Alhasil, kita hanya menjaga suara kita agar tidak keluar saat si dia sedang ditelfon oleh pacar nomer satunya, sedang di dalam hati rasanya ndongkol sendongkol-dongkolnya. Nah, melihat dia ditelfon saja sudah ndongkol, apalagi kalau melihat dia bareng sama pacar aslinya ??? sedangkan kita mau marah juga kita manusia yang sadar bahwa kita hanyalah pilihan nomer dua.


            Ketika kita selingkuh, dalam pikiran kita pasti lah selalu membanding-bandingkan dua orang pacar kita. Apa baik-buruknya si A dan apa buruk-baiknya si B, akhirnya kita merasa nyaman kalau lagi bareng si A ataupun si B, karena masing-masing persona punya kelebihan yang kita sukai. Kalau sudah begitu, biasanya hubungan dengan keduanya malah berakhir, nah lho ? perhatikan lirik lagu TSSII berikut;

Seiring berlalu bergulirnya waktu
Membuka rahasia di antara kita
Pastinya kan ada hati yang terluka
Tak menerima semua kenyataan yang ada

Haha, bener kan? Yang namanya kebohongan, entah kapanpun itu pasti akan terbuka. Karena itu, bagi kalian yang kebetulan membaca tulisan ini dan lagi menjalin hubungan dengan pihak ketiga, cepat-cepatlah untuk diakhiri demi nama baik kalian, pacar pertama dan si nomer dua. Lagian, sering saya membaca status teman-teman di facebook yang mengatakan kalau hal yang paling menyesakkan adalah dibohongi. Kalau paling benci dibohongi, kenapa membohongi? Hehehehehe.



            Maaf nih kalau tulisannya sangat tidak sistematis alias berantakan soalnya buru-buru mau nonton Fabregas Cs vs timnas Indonesia. Gini-gini saya ini nasionalis lho hehehehehehe, apapun keadaan timnas akan selalu saya dukung. Secarut-marutnya kondisi Negara ini, saya akan tetap menjadi orang Indonesia. Terakhir nih, berhubung masih belum terlambat soalnya masih banyak orang yang menyanyikan lagu TSSII, saya menyarankan (jiah) pada Band Merpati untuk mengganti judul lagu itu menjadi Selingkuh Selamanya Tak Indah………………… sudah dulu ya ^^

Rabu, 20 Juni 2012

Terbiasa Mencontek

Oleh : Mohammad Teguh PradHana*

             Membicarakan plagiarisme di lingkungan kampus memang tidak ada habisnya. Isu yang selalu saja terdengar nyaring, selalu diulas tanpa pernah tuntas. Banyak yang membicarakannya, mengajukan berbagai macam solusi, tapi praktek plagiarisme tetap saja masih berjalan. Sampai-sampai ada merk rokok yang sempat mengangkat tema ini di salah satu iklannya. Tentu saja bagi sebagian besar masyarakat tanah air masih teringat jelas iklan terkenal tersebut dengan slogannya, “tanya kenapa ?” 


Menurut hemat penulis, ada dua hal yang melatarbelakangi praktek plagiarisme di kalangan mahasiswa. Pertama, keterbatasan ide yang didukung rasa malas. Kedua, kebiasaan curang yang dibawa sejak pelaku masih berada di sekolah. Seperti yang sering diberitakan media-media, tidak sedikit siswa yang melakukan kecurangan saat mengerjakan soal-soal ujian, misal berita “Nyontek  dari Ponsel, Dua Siswa Ditangkap Polisi (Kompas, 16 April 2012). Sayangnya, meskipun ada banyak siswa ketika ujian nasional melakukan kecurangan, tapi tetap saja mereka bisa melenggang lulus ujian. Kenyamanan yang ditambah rasa aman inilah yang akhirnya tetap mereka bawa, hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Disamping dua hal diatas, pelaku plagiarisme juga merasa akan lebih mudah dan cepat untuk menyelesaikan skripsinya. Mudah tanpa perlu pontang-panting melakukan penelitian, asal ada tulisan orang yang sesuai dengan tema yang dia ajukan. Watak-watak ingin serba instan, serba mudah, menjadi pendorong utama seorang mahasiswa menggunakan kata-kata orang lain ketika dia menulis skripsi. Tentu saja, tanpa dia sebutkan siapa pemilik asli dari kata-kata yang dia tulis, dengan tujuan, membuat pembaca dan pembimbing merasa yakin jika kata-kata tersebut adalah buah karya pikiran mereka sendiri.
Bukan Sistem
Ibarat pepatah, maling teriak maling. Tidak akan ada yang mau mengaku ketika kita bertanya-tanya salah siapa, bahkan cenderung saling tuding. Kemungkinan-kemungkinan terkait hal ini, pertama adalah kesalahan dosen, baik dosen pengajar maupun dosen pembimbing skripsi. Munculnya plagiator dalam dunia kampus diakibatkan dosen yang tidak mampu membawakan materi kuliahnya dengan baik, bahkan cenderung membosankan, sehingga materi kuliah bukannya menarik bagi mahasiswa tapi justru menjadi beban. Jika sudah menjadi beban maka orientasi mahasiswa bukan lagi pada ilmu yang ingin didapat, melainkan beralih ke nilai. Jika sudah berorientasi ke nilai, mahasiswa cenderung menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai bagus.
 Sedangkan untuk dosen pembimbing, mereka dianggap terlalu longgar terhadap tulisan mahasiswa. Ketelitian mereka ketika membimbing skripsi juga perlu dipertanyakan. Misalnya, bakal skripsi yang hanya dibaca sekilas saja oleh pembimbing, atau yang lebih ekstrem, tanpa membacanya tetapi langsung membubuhkan tanda tangan (di ACC). Kedua adalah kesalahan mahasiswa. Menurut beberapa dosen, munculnya plagiarisme adalah mutlak kesalahan mahasiswa sendiri yang malas untuk belajar. Buktinya, masih banyak mahasiswa yang dapat menyelesaikan skripsinya dengan ide, pikiran dan usaha mereka sendiri. Semuanya kembali lagi pada mahasiswanya sendiri. 



Ada banyak pihak yang menginginkan diadakannya sistem kelulusan yang baru. Mereka beranggapan, sistem yang ada sekaranglah yang mendorong munculnya plagiator. Seperti yang kita ketahui, sistem kelulusan sekarang menuntut mahasiswa untuk menulis. Lantas, bisakah kita menyalahkan sistem ? mengingat peluang menjamurnya plagiator di lingkungan kampus bisa saja meningkat, mengingat kewajiban untuk mempublikasikan jurnal ilmiah bagi calon lulusan S-1 dan S-2. Sederhananya, jika sekarang saja, pemerintah hanya mewajibkan menulis skripsi plagiarisme sudah menjamur, bagaimana nantinya jika ada dua tugas akhir ? Menarik ketika penulis berbincang dengan Mudjahirin Thohir, salah seorang antropolog dan dosen Undip, dia mengatakan bahwa menyalahkan sistem hanya akan menunjukkan bahwa kita adalah orang yang benar-benar lemah.
Sanksi Tegas
            Semestinya dari pihak institut/universitas segera menerbitkan peraturan-peraturan mengikat yang melarang mahasiswanya untuk melakukan plagiarisme. Pemberlakuan sanksi seperti skripsi yang ketahuan plagiat digugurkan, juga dirasa perlu tegas diberlakukan. Dalam hal ini, kita tidak membicarakan kuantitas  lulusan institut/universitas bersangkutan, melainkan pada kualitas lulusan yang dihasilkan. Skripsi bagus yang berasal dari buah karya sendiri tentu mempunyai nilai lebih dibanding skripsi bagus yang menjiplak karya orang lain.
            Pemberian mata kuliah yang menyasar tema plagiarisme juga mutlak untuk diberikan. Sebab, tidak sedikit mahasiswa yang nir-pengetahuan tentang plagiarisme. Tentu saja mata kuliah tersebut diajarkan oleh dosen yang mumpuni di bidang tulis menulis, tidak asal comot sembarang dosen untuk mengajarkannya. Husnudzonnya penulis, jika mahasiswa sudah paham benar tentang plagiarisme beserta efek buruknya, terutama dihadapan Tuhan, mereka akan berusaha untuk menghindari berbuat curang ketika menulis. Kesadaran mahasiswa bahwa ilmu adalah kejujuran rasanya urgen untuk dibangunkan, karena apa jadinya ilmu yang suci jika diselipi kebohongan dan kecurangan ?
*Penulis adalah mahasiswa TBI semester 4