Tampilkan postingan dengan label Observasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Observasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 November 2015

Setelah Salam Selesai Shalat

doc. pribadi

Assalamualaikum.... hehehehe
Postingan di blog Darah Hitam Putih kali ini akan membahas tentang apa yang  orang-orang lakukan setelah shalat selesai. Tepatnya apa yang mereka lakukan sesaat setelah salam. Tentu, hal ini berdasarkan pengamatan yang aku lakukan setiap habis shalat berjamaah (seringnya di Masjid al-Ikhlas perum BPI Semarang). Mungkin juga apa yang aku tuliskan dibawah ini juga dilakukan oleh orang-orang yang shalat sendirian. Berikut adalah tipe-tipenya.

Selasa, 17 November 2015

Tipe-tipe Juventini Indonesia

Berikut ini aku tuliskan tipe-tipe Juventini Indonesia musim 2015/2016. Tulisan ini adalah hasil pengamatan secara langsung yang saya ambil dari status-status para Juventini. Tentu saja ini adalah tipe Juventini yang berkeliaran di media sosial. Check it out.

Pemain Juventus Merayakan Gol Lichsteiner

Rabu, 04 November 2015

Tipe-tipe Anak Kecil Ketika Shalat

Anak-anak mengaji setelah shalat

Aku sering memperhatikan beberapa anak kecil yang shalat di masjid ini. Tingkah mereka yang polos memang terkadang lucu, gemesin dan seringnya ngeselin sih. Gimana nggak ngeselin kalo pas kita sedang shalat (yang susah banget buat Khusyu’) mereka malah begini, nih. Check it out !

AYO SHOLAT BERJAMAAH !

Dulu, bapak-bapak jamaah masjid disini sangat banyak. Ketika mereka berkumpul, canda tawa selalu teriringi di sela-sela obrolan mereka. Baik itu ketika selesai shalat Maghrib/Shubuh maupun ketika berkumpul pas ada acara Tahlilan. Rasanya menyenangkan ketika melihat orang-orang tua itu rajin meramaikan kegiatan masjid.
Kemudian, aku menjadi saksi perginya satu per satu dari mereka.  Ada yang pergi karena pindah rumah seperti Abah Mansyur dan Pak Mujiono. Ada yang pergi “mendadak” tanpa alasan, pindah jamaah entah itu di masjid lain atau bahkan shalat di rumah. Ada pula yang pergi untuk menghadap Allah SWT. Orang-orang yang begitu rajin meramaikan kegiatan-kegiatan masjid begitu saja dipanggil oleh-Nya. Disamping fakta bahwa para almarhum memang sudah berumur “cukup”, perginya mereka meninggalkan suatu bekas yang nampaknya tidak tergantikan.

Sabtu, 31 Oktober 2015

I HATE THESE ANIMALS

Perlu kalian tahu, animals itu bahasa Inggris. Kalo dibahasa-Indonesiakan artinya hewan-hewan. Kenapa hewan-hewan bukan hewan saja? Karena di akhir kata ada ketambahan huruf “S”, nah tanpa huruf S itu jadinya animal artinya.... hewan. *Fakta penting nggak penting*
            Menurut kamus yang ada di hape android saya, hewan adalah makhluk bernyawa yang mampu bergerak (berpindah tempat) dan mampu bereaksi terhadap rangsangan, tetapi tidak berakal budi. Harap diperhatikan, “tidak berakal budi.” Jadi bisa saja berakal Anto, berakal Joni, intinya bukan Budi. Bukan ! kasihan Budi, dia sudah cukup berat menahan beban ini budi ini bapak budi ini ibu budi.   

Minggu, 22 Februari 2015

Durian Itu Enak

Everyone needs at least one hobby, masing-masing individu membutuhkan minimal satu kesenangan. Apalah artinya hidup tanpa hobi? Pasti hidupnya garing dan nggak menarik. Itu sih menurutku, mungkin bagi mereka yang kontra memiliki hobi hanyalah membuang-buang waktu dan materi saja. Itulah hal yang membuatku heran, kok bisa begitu ya?
Nah, dari sekian banyak hobi, mungkin aku memiliki hobi yang sebenarnya cukup banyak. Membaca, Menyanyi, makan, menonton film. Menurutku, 4 hal tersebut yang menjadi hobiku harusnya adalah hal-hal yang mudah juga disukai oleh orang lain. Nah, maka dari itu saya heran saja  sama orang-orang yang;

Comic Detective Conan *Dok Pribadi

1.     Tidak Suka Baca Komik
Ada banyak, banyak sekali dari teman-temanku yang bilang, “aku ngga tahu caranya menikmati komik. Komik nggak menarik” Hey, come on guys, Spider-Man, Bat-Man, Super-Man, Ant-Man, SugihMan, Iron-Man, Crows Zero, Rurouni Kenshin itu semua sebelum muncul di layar bioskop adalah tokoh-tokoh dalam dunia komik, Man. Memang sih, perlu diakui ada komik yang halaman 1 nya dimulai dari arah kiri dan ada pula komik yang halaman satunya dimulai dari arah kanan. Tapi, that’s not a big deal I think, you just too stupid to understand.

Senin, 16 Februari 2015

Alasan Mereka Meninggalkanku?

Adakah seseorang di dunia ini yang merasa sama seperti Aku? Atau pernahkah kalian melihat seorang yang seperti aku? Lho, emang aku seperti apa? Aku adalah All-alone Creation, guys. Aku adalah sesosok makhluk, manusia dan...... hidup yang apa-apa selalu sendiri. Pergi nonton sendirian, jalan-jalan sendirian, mengerjakan PR sendiri, duduk di kafe sendirian, nonton stand up comedy sendirian, ngerjain skripsi sendirian, foto-foto selfie sendirian, nonton bokep sendirian ... oke, aku sudah melenceng. Deskripsi di bawah ini adalah penggambaran yang 97% akurat tentang aku sendiri. Tentu saja tidak aku simpulkan secara seenak sendiri tapi ada beberapa yang diambil dari pendapat sebagian orang yang mengaku mengenalku.

Gambar cowok sendirian. *dok pribadi

Selasa, 10 Februari 2015

Aku, Relativitas & Interstellar (part 2)

Sebenarnya masih banyak sih pikiran-pikiran nakalku yang sering bikin aku tiba-tiba diam lamaaa banget. Tapi, cukup lah aku beritahu dua hal itu, saya kira kalian bisa menebak seperti apa aku hanya dengan membaca dua pertanyaanku itu. Oke cukup sampai situ saja karena maksud tulisan ini sebenarnya tidak ke arah situ.

Jadi di film Interstellar, ceritanya si tokoh utamanya masuk ke lubang hitam secara sengaja. Di film itu digambarkan bagaimana dia tetap bisa hidup di dalam lubang hitam dengan tarikan-tarikan gravitasi yang begitu besar. Lalu tibalah adegan dia masuk di inti lubang hitam yang ternyata adalah Ruang 5 Dimensi. Itu adalah ruang dimana semua “role film” kehidupan kita dari awal sampai akhir berada. Di film itu si tokoh utama yang berada di ruang 5 dimensi mencoba untuk memberitahu dirinya sendiri yang berada di dunia nyata untuk tidak melakukan sebuah kesalahan (nah untuk jelasnya, tonton lah film itu susah jelasinnya). Bicara tentang Role film kehidupan, bagi kalian yang beragama Islam dan PERNAH NGAJI, pasti deh tahu yang namanya, “hisaban yasiiron” bagi orang-orang yang gemar beramal shaleh, dimana hari perhitungan dosa-dosa hanya ditampilkan selayaknya layar film saja. Tidak dihitung dengan rinci dan mendetail. Dua kyai saya dalam berdoa pun mengharapkan itu, yang satu (rohimahullah) doanya, “haasibni hisaban yasiiro”, dan satunya berdoanya, “laa tuhaasibni...” *pengen tahu artinya? KOMEN !”.

Rabu, 04 Februari 2015

Harta & Wanita

“Kamu engga usah mikirin wanita dulu. Pikirkan saja lulus, terus cari kerja yang benar setelah kamu mapan wanita akan datang dengan sendirinya ke kamu.”
Heran dan sedikit nggak percaya ketika kalimat itu berulang-ulang saya dengar. Bukan, bukan dari mulut laki-laki, tapi berpuluh-puluh kali saya mendengarnya dari mulut wanita. Do you get what I mean?.

Senin, 02 Februari 2015

Kata Indonesia Yang Wajib Kamu Ketahui

Oke, berhubung banyak manusia-manusia berumur 15 sampai 19 tahun yang belum pada paham. Saya memutuskan untuk memposting sebuah artikel berjudul sebagaimana tersebut diatas. hehehehehe. Bukan bermaksud untuk mengajari, tapi sebagai tambahan ilmu saja. Terutama remaja-remaja putri yang masih polos belum tahu apa-apa, kalau diperbodoh cowok-cowok bajingan bagaimana? Ingat, jenis-jenis cowok itu ada dua; SATU !!!! Cowok yang kayak Teguh Pradhana.... DUA !!!! Cowok Bajingan (iyain aja biar cepet).
Oke langsung kita mulai saja pelajarannya (gayanya kayak pak Guru);

IKLAN SEKSI INDONESIA (18+)

Akhir-akhir ini atau mungkin sudah lama, dunia periklanan di Indonesia itu selalu divisualkan dengan tubuh wanita. Apa saja iklannya, makanan, otomotif, elektronik semua disajikan dengan "bantuan" kemolekan tubuh wanita. Kalian kalau pernah nonton tv pasti deh bakal mengiyakan pandangan saya yang satu ini haha. 
menurut saya, ada beberapa faktor yang menjadikan para produser iklan ramai-ramai menggunakan tubuh wanita sebagai medium iklan mereka.

Sabtu, 31 Januari 2015

MARAH?

Percaya tidak kalo aku nggak pernah benar-benar bisa marah? Ya, berhubung nggak ada yang menjawab, aku anggap pada percaya aja wis. Bhahahaha. Entah, ini kelebihan atau kekurangan. Kadang aku merasa ini kelebihan, dalam artian berarti aku orangnya sabar (ehm.) tapi terkadang juga aku merasa aku in icemen. Bayangkan, pernah suatu ketika ada orang yang terang-terangan menghina aku habis-habisan. Si doi itu, menghina dalam artian yang sebenarnya bukan dalam artian menghina bercanda, tapi reaksiku malah cuma tersenyum kecil.

Senin, 06 Oktober 2014

Anak Sekolah Jaman Sekarang

Hari ini adalah hari dimulainya Ujian Tengah Semester (UTS) di Sekolah saya. Dan kebetulan, saya menjadi salah satu dari pengawas Ujian. Seperti biasa, mencontek masih menjadi primadona bagi anak-anak ketika sedang mengerjakan soal-soal ujian tersebut. Tidak peduli seberapa ketat saya mengawasi, tetap saja ada satu celah yang bisa mereka manfaatkan untuk mencontek.

Dilarang meniru adegan ini !

Selasa, 12 Agustus 2014

6 Hal Menyebalkan Ketika Naik Bus

Bus atau angkot adalah angkutan umum yang hampir selalu kita gunakan setiap harinya. Terutama bagi pelajar, mahasiswa ataupun karyawan-karyawan kantor. Selain biayanya murah, sekitar 3500an sekali jalan, beda jauh dengan menggunakan motor

Senin, 11 Agustus 2014

Wanita itu Ambigu

Satu waktu Aku meminta kepada (sebut saja Melati :p) untuk berhenti berkirim pesan singkat. Kira-kira beginilah percakapannya:
Aku, “Mel, kalau begini terus lebih baik kita nggak usah smsan lagi ya?”
Melati, “Kenapa, kok gitu?”
Aku, “Aku capek Mel. Aku capek jadi gila untuk cinta yang tidak pernah terbalas ini (belakangan aku menyadari kalo aku lebay)

Melati, “nggak usah lebay gitu

Kamis, 21 November 2013

CARA MENDAPATKAN PULSA GRATIS

Sering kali saya menemukan jenis manusia yang suka mempermasalahkan komunikasi beda operator seluler. Baik itu melalui pesan singkat maupun telefon. Mereka dengan pede nya berkata, “maaf ya, nggak bisa selalu balas sms kamu, soalnya operator kita berbeda.” Malah ada yang hapal banget sama harga sms beda operator. Helloooo, ini bukan jamannya nokia 1200 lagi, ini jamannya android lhoh (padahal nggak ada hubungannya). WTF ????? WTF = What The FuN. Masih saja ada jenis orang yang kaya gitu ya ternyata. Apa mereka nggak paham, betapa sms balesan mereka sangat kita harapkan ???? haha.
Nah oleh karena itu, lewat tulisan ini, saya

Script SHIT

Familiar dengan kata yang aku jadikan judul tulisan ini? Hemmmm, pasti berpikir, “kayaknya pernah denger dimanaa gitu.” Kalau belum ngeh juga, oke lah aku kasih tahu. Script itu bahasa Inggris, kalau dalam bahasa kita artinya naskah atau tulisan. Shit juga bahasa Inggris lhoo,kalian pasti sering deh bilang SHIT!! Kalau lagi kena apes, padahal kalian nggak ngerti kan kalau shit itu bahasa Inggris, baru tahu pas baca tulisan ini. Makanya ucapin terima kasih donk ke aku hehehe. Oke, shit itu artinya sialan. Jadi, script shit artinya adalah SKRIPSI. *hening*
*****
             Aku adalah mahasiswa semester 7 dari suatu institut negeri yang (katanya sih) tahun depan bakal jadi Universitas negeri. Artinya, kalau sudah semester 7 itu adalah waktunya bagi mahasiswa untuk menikah, eh, meeeeeenyusun skripsi. Tapi, ah enggak banget deh. Sripsi itu apa gitu. Nggak ada penting-pentingnya. Apa coba pentingnya?
*****
            Satu, skripsi yang sudah jadi tidak jadi bahan bacaan APALAGI ACUAN. Skripsi hanya dibaca oleh anak-anak semester 7 keatas yang lagi mau mencari judul saja atau mau mencontek metode atau mau dijadika previous research. Biasanya ada juga mahasiswa semester 5 yang ikut-ikutan usel-uselan baca skripsi, eh ternyata cuma buat tugas mata kuliah Metodologi Penelitian.
*****
            Dua, kalau aku perhatikan pas ujian, dosen penguji nggak benar-benar membacanya secara utuh. Mereka “terjebak” dalam pemikiran mereka yang beranggapan bahwa “SAYA SUDAH LEBIH DARI PINTAR, DENGAN HANYA MEMBACANYA SATU KALIMAT SAJA MAKA SAYA SUDAH MENGERTI KESELURUHNNYA”. Dan untuk mensupport gagasan pribadinya itu, mereka selalu nggak mau mengalah. Mereka sudah dibekali ilmu kanuragan dari nenek moyangnya (dosen pengujinya dosen penguji waktu masih kuliah) berupa ilmu MUTER-MUTERIN gagasan.
*****
            Tiga, sudahlah. Skripsi itu hanya sekumpulan tulisan sialan yang nggak ada gunanya. Mending kelulusan mahasiswa jangan lagi menulis skripsi. Saya setuju kalau menulis jurnal gitu yang lebih manfaat. Atau mengadakan penelitian yang benar-benar penelitian. Atau mending diadakan UAU (Ujian Akhir Universitas) daripada skripsi. Oke? Sekian.
gmbr diambil dari sini

Tujuan Hidup

Aku memiliki seorang murid. Katakanlah namanya Amin, ya memang sih namanya Amin hahaha. Dia di kelas bukanlah murid yang istimewa di mata pelajaranku (Bahasa Inggris), pendiam yang cenderung tidak aktif dan tulisannya juga jelek (males banget kalau ngoreksi punya ini anak). Tapi, anak ini menarik. Dia selalu mendengarkan dan memperhatikan kadang kala juga sih pura-pura bertanya kalau nggak paham.
            Namun, dibalik itu dia adalah sosok yang selalu penasaran dengan entitas / hakikat. Kenapa aku bisa berkata demikian? Dia itu sering mengirim inbox ke akun facebookku. Kepo terhadap hal-hal yang jauh diatas pemikiran anak SMP kebanyakan. Hemmm, sebenarnya sih sama saja, anak SMP kan waktu-waktunya suka penasaran ya. Tapi penasarannya anak ini berbeda. Disaat teman-temannya yang lain penasaran terhadap lawan jenis (malah nontonin video bokep) eh, dia malah bertanya, “pak, tujuan hidup bapak apa?”



            Perlu aku tekanin, kalau tujuan hidup manusia itu akan selalu berubah dan berkembang tergantung hal-hal sekitar yang mempengaruhinya. Terutama dan yang paling utama adalah pengaruh umur. Contoh, tujuan dalam hal cita-cita / profesi. Waktu masih SD ditanya gurunya punya cita-cita apa, dia menjawab ingin menjadi astronot. Naik jenjang ke SMP, cita-citanya ingin menjadi artis (perasaan jauh banget, astronot jadi artis), naik jenjang SMA ingin menjadi dokter, nah, ketika sudah kuliah, ditanya, “lulus mau jadi apa?” kebanyakan menjawab dengan nada pesimis, “terserah sama yang punya hidup saja lah aku mau dijadikan apa.”
            Termasuk juga tujuan hidup, waktu kecil otomatis belum berpikiran tentang tujuan hidup. Mulai sekolah menengah khususnya anak yang religius kebanyakan menjawab, “tujuan hidupku adalah beribadah kepada Tuhan.” Mulai berkembang dewasa entar malah lebih sering berpikiran, “sebenarnya, aku hidup untuk apa dan untuk siapa ya?”
            Ya, sebenarnya aku juga sempat sih berpikiran kayak gitu. Hingga akhirnya, tujuan hidupku aku tetapkan untuk menjadi sukses. Sukses sebagai seorang hamba dari Allah SWT, sukses sebagai seorang anak dari ayah dan ibu, sukses sebagai kakak dari adikku, sukses sebagai suami dari istriku kelak, sukses sebagai rekan dari teman-teman kerja dan yang terpenting adalah sukses sebagai diri sendiri. aaaamiiin J

Minggu, 07 Juli 2013

ABG ( Anak Baru Gila)

Berikut ini saya tuliskan fenomena berhubungan ala ABG dari jaman ke jam(b)an...
(Dulu banget) dua sejoli saling jatuh cinta, saling menyayangi, lalu berproses menuju pernikahan dengan pacaran. Mencoba saling mengerti dan memahami satu sama lain, melalui pacaran. Adapun, pelukan, ciuman dan berhubungan badan dilakukan setelah melangsungkan pernikahan.

(Dulu) dua sejoli saling naksir satu sama lain, saling berkata cinta, memutuskan untuk berpacaran. Dan bagi mereka pacaran adalah sisi enak dari pernikahan; panggilan papih-mamih, peluk, cium dan berhubungan intim. Jika cocok, maka berlanjut ke pernikahan, jika merasa tidak cocok maka dua sejoli itu dengan suka rela membubarkan jalinan cinta mereka. Jikapun berlanjut ke pernikahan, berhubung yang enak-enak sudah mereka rasakan ketika pacaran, maka dalam pernikahan hanya dibumbui kebosanan dan percekcokan.
dok. Pribadi

(sekarang) dua sejoli saling naksir, lalu PDKT, masing-masing memberi respon.
Tapi, masih belum yakin untuk berpacaran. Akhirnya dua sejoli itu memutuskan untuk "jalani saja dulu (JSD)" dan ketika mereka JSD, mereka mereka melakukan hal-hal yang dinamakan "Kegiatan Pra-pacaran" ya tentu isinya all about fun; hang out, nge-date, panggilan sayang, peluk, cium, bahkan berhubungan intim. Jika saling merasa cocok, hubungan akan dilanjutkan ke jenjang perpacaran. Yang hanya dihiasi rasa curiga, cemburu mekso, n nyari pacar cadangan, ujung-ujungnya putus dengan alasan "yang penting sudah ngerasain enaknya sama dia". Pernikahan? Entahlah apakah ada produk-produk JSD yang berlanjut hingga pernikahan dan mengarungi makna pernikahan itu sendiri.... ^_^



Wassalam.

(Tak) Tahu Diri

Assalamualaikum teman-teman semuanya.....
Menemukan semangat yang tertanam dalam diri sendiri itu ternyata lebih susah daripada membantu orang lain untuk menemukan semangatnya. Seenggaknya itu yang berlaku untuk diriku. Banyak teman-teman yang meminta bantuanku untuk kembali bersemangat dan berhasil. Sedangkan aku nggak pernah berhasil dalam menyemangati diri sendiri, padahal katanya motivasi terbesar adalah yang datangnya dari semangat diri sendiri. Sayangnya aku nggak begitu, semangatku justru datang dari luar diri. Ketika bergantung pada usaha diri sendiri, bukannya berhasil malah semakin berkubang dalam lumpur kemalasan.
            Tapi untuk yang satu ini aku singkirkan dulu pagar kemalasan yang menjerat tanganku untuk menulis. Karena apa yang akan aku tuliskan ini adalah sesuatu yang teramat penting. Tangan ini sudah teramat gatal untuk menyampaikannya dalam bentuk tulisan.
            Selama bertahun-tahun saya mendengarkan puluhan penceramah menyampaikan ceramahnya, akhirnya saya menemukan sesuatu yang menarik untuk diperhatikan. Apa itu? Yakni seseorang yang berceramah itu seringnya menyampaikan apa yang sebenarnya dia sendiri tidak mengerjakan atau seenggaknya jarang untuk mengamalkannya. Saya ambil sampel, ada kyai A yang selalu (iya selalu) berceramah tentang infaq, shodaqoh dan macamnya. Beliau sampaikan tentang kebaikan-kebaikannya, menyampaikan dorongan-dorongan untuk bershodaqoh. Tapi beliau sendiri jarang bershodaqoh, jarang infaq. Intensitas bershodaqohnya sangat kalah jauh dari orang yang diam dan tidak pernah mengumbar janji-janji kebaikan shodaqoh. Harusnya, beliau berdiri di depan sebagai contoh bagi jamaah-jamaah agar senantiasa bershodaqoh. Iya kan?

            Ada lagi kyai B, beliau selalu berceramah tentang hak-hak bertetangga. Beliau sampaikan kewajiban-kewajiban yang harus kita lakukan terhadap tetangga dan macamnya. Tapi beliau sendiri bersalaman tangan dengan tetangga satu temboknya saja enggan. Kemarin saya juga menemukan seorang khotib yang berkhutbah untuk saling menghormati, tidak menyolot ketika sedang berbicara. Tahukah kalian? Orang itu sendiri demen banget sama yang namanya ngotot kalo lawan bicaranya tidak sepemahaman dengannya.
            Aneh? Memang. Mereka yang berdiri sebagai penceramah maupun khotib di masjid-masjid, mushola, majelis taklim, seolah menjadikan dirinya sendiri sebagai bahan ceramah, tapi mereka tidak merasa kalau mereka dalam kenyataanya bertentangan dengan apa yang disampaikan. Mereka seperti tahu diri, tapi sebenarnya nggak tahu diri. Inilah yang sebenarnya membuat saya prihatin, Imam-imam, kyai-kyai, ustadz-ustadz sudah sedikit sekali dari mereka yang bisa dijadikan percontohan bagi umat. Karena bagaimanapun, umat jaman sekarang sudah pintar, mereka bisa melihat apakah yang berceramah itu melakukan apa yang dia sampaikan atau tidak.
            Kaitannya dengan hal itu, saya jadi teringat ucapan salah seorang tetangga “kalau mau ceramah, topiknya nggak usah yang muluk-muluk, ceramahnya yang mudah saja, yang sekiranya bisa selalu kamu amalkan setiap hari.”

Semoga bermanfaat, Wassalamualaikum.... J