Kemarin, Cesc Fabregas untuk kedua kalinya mendatangi Indonesia. Saya nggak tahu persis tujuan dia kesini, kayaknya sih lagi kurang kerjaan daripada nganggur mending liatin cewek-cewek Indonesia yang GILA’ hehehehe. Bayangin, setiap dia senyum, thu cewek-cewek langsung teriak histeris, kurang gila apalagi coba? Cuma senyum doank lho!!!! Apa jadinya kalau Cesc telanjang ya???
Lanjut, di Negara kita ini, dia maen bal-balan sama pemain-pemain yang
katanya berasal dari liga professional yang ada di Indonesia. Iya professional,,,
saking profesionalnya, mereka nggak minta digaji, untuk makan mereka malah
minta santunan dari warga baca deh berita Ini nih Tajuk Cesc and friends Vs Tim Garuda dipilih panitia pemilihan ketua OSIS
SMAN 2 Brebes, pertandingan yang berjalan alot karena dagingnya berasal dari
daging ayam yang hampir mati itu, akhirnya berakhir dengan skor 1-1. Gol dicetak
oleh pemain yang bernama Spasojevic dari kubu and friends, sedangkan dari Tim
Garuda dicetak oleh Samsul Arif yang berhasil memanfaatkan kemelut di depan
gawang dengan sebuah gol yang sangat spektakuler sekali. Fabregas sendiri di
pertandingan tersebut bermain sangat fantastis sekali, karena hanya dengan
berjalan pun dia bias melewati pemain Indonesia. Iya!!!! Berjalan!!!!! Tanpa maneuver.
Nggak tahu deh, Fabregasnya yang hebat, atau pemain Indonesianya yang bloon.
Setelah pertandingan,
Cesc berkata bahwa pemain-pemain Indonesia sangat berpotensi. Kalau saya
ingat-ingat, semua pemain terkenal yang pernah datang ke Indonesia juga pernah
berkata demikian. Tapi nyatanya???? 22 tahun saya hidup di Negara ini tanpa
pindah-pindah, mana pemain kita yang berhasil menjadi bintang dunia???? Jangan-jangan
maksud mereka adalah orang Indonesia berpotensi untuk SEKEDAR BISA BERMAIN BOLA,
bukan berbakat untuk menjadi pemain juara seperti dirinya. Kalau main bola mah
saya juga bisa, tapi apakah berpotensi menjadi seorang pemain juara? Itulah pertanyaanya.
Untuk itulah, tamu-tamu kita itu, hanya sampai mengucapkan kalimat “pemain-pemain
Indonesia berpotensi” sudah shodaqollah titik.
Adalah otak-otak haus
kekuasaan petinggi PSSI yang tak becus membentuk sistem kompetisi untuk
pebola-pebola masa depan. Coba perhatian, dari tahun ke tahun, selalu muncul
pemberitaan tentang munculnya bakat istimewa di tanah air. Dulu sekali ada nama
Indriyanto Nugroho, tapi nyatanya, thu orang malah ditransfer hanya dengan uang
100 rupiah pada tahun 1995, sampai-sampai dia dijuluki Mr. Cepek. Ada lagi nama
Irvin Museng, sempat disebut-sebut sebagai pemain Asia paling berbakat dengan
menjadi top skorer Danone Cup di Prancis tahun 2005, dia malah lenyap bagai
ditelan bumi. Terakhir dia bermain untuk klub setengah musim, Medan Chef. Setelah
klub itu merger dengan PSMS, nggak tahu merger atau bubar, dia kemana ya? Kabar
terakhir saya dapatkan dia sekarang di Pro Duta. Kenapa bisa begitu??? Karena mereka
tidak ditempa dengan kompetisi yang jelas. Ibaratnya otak tajam, jika tidak
digunakan untuk berpikir, lama kelamaan akan menjadi tumpul juga.
Ah, dua saja yang saya
contohkan, semoga Syamsir Alam, Zaenal Haq dkk yang tengah diharapkan mampu
bersinar, mampu beneran bersinar. Amiiiiiiin. Apa lagi yaakkk,,,,, hehehehehe
nggak jelas nih. Eh, by the way, busway, on the way, tumben deh malem ini yang datang
ke warnet seksi-seksi :p jadi semangat jaganya hahahahahahakoplak. Sudah dulu ya, mau lanjut perhatiin pemandangan
berupa cewek-cewek bening dulu wakakakakakakak



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
MINTA KOMENTARNYA, GAN :D